SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Teladan Salafus Shalih Tentang Mazhab

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

HIKMAH, ARRAHMAH.CO.ID - Suatu ketika, Imam Ahmad bin Hanbal,ra bertanya pada muridnya yang datang dari Mesir. "Apa yang kamu lakukan di Mesir?"

Muridnya menjawab "Masyarakat Mesir bermadzhab Maliky dan Syafi'i. Saya berusaha mengubah mereka mengikuti madzhabmu."
Imam Ahmad seketika itu marah "Kamu yang harus belajar madzhab mereka !!! Bukan mengajak mereka pada madzhabmu. Jangan membuat keresahan di masyarakat."
Teladan Salafus Shalih Tentang Mazhab
Sikap ini diteladani oleh guru mulia Habib Umar bin Hafidz, seperti yang diceritakan oleh murid beliau (Al Habib Hamid Jakfar Al-Qadri) dibawah ini :
"Penduduk Kota Tarim (Yaman), sejak ratusan tahun yang silam, mayoritas berakidah ahlusunnah wal jamaah dan bermazhab imam syafi'i dalam ilmu fiqih. Namun mereka sangat menghormati kelompok lain diluar mazhab syafi'i, terutama al Habib Umar yang mempunyai murid dari berbagai penjuru dunia, yang tentu mempunyai mazhab yang berbeda-beda.

Ketika Habib Umar mengajar ilmu fiqih dengan membaca kitab Yaqutu Nafis fi Madzhabi ibni idris [asySyafi'i] pada tiap dauroh shaifiah, beliau menerangkan dan mensyarah kitab tersebut dengan metode yang luar biasa. Dan menerangkan fiqih madzhaib arba'ah.  
Bahkan kadangkala beliau menceritakan pendapat mazhab lain selain mazhab yang empat. Tidak hanya itu, dalam kondisi tertentu beliau menyuruh sebagian murid beliau untuk taklid(ikut) pada selain mazhab syafi'i beliau sangat jarang mentarjih (membandingkan mana yang lebih kuat) dalil para pengikut mazhab, mungkin hal ini beliau lakukan untuk menghormati mazhab-mazhab yang ada. Itu juga menunjukan beliau bukan orang yang fanatik pada mazhab yang diikuti. Kendati beliau sangat kuat dan teguh didalam memegang prinsip dan mabda'"