SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Buah dari Kejujuran

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Usai sholat Isya di masjid saya beranjak hendak pulang. Tapi saya menghentikan langkah ketika ada sebuah tas tergolek di depan saya. Dengan hati-hati saya angkat tas itu. Sedikit agak berat. Tapi saya tidak tahu siapa pemilik tas ini.
plantsmallDengan terpaksa untuk mengetahu identitas pemiliknya, saya buka tas itu dan menemukan sebuah amplop besar dan nama sebuah bank. Saya baca ada nama dan alamatnya serta tulisan sejumlah uang. Rp. 350 juta. Saya kaget. Antara bingung dan rasa amanah saya keluar masjid. Uang ini harus dikembalikan ke pemiliknya.

Saya bergegas memacu mobil ke alamat yang ada dibungkusan uang itu. Ketika sampai, saya beri salam dan mengetuk pintu rumah. Keluar seorang laki-laki berperawakan tinggi, berkulit putih cerah dan sangat tampan yang menanyakan mau ketemu siapa? Saya bertanya, "Saya mau bertemu Bapak Haji


Laporkan Iklan Tidak Layak

Hans Khairulloh. Apakah ada?"

"Saya nama yang saudara cari. Ada apa ya?"

"Pak Haji tadi sholat di masjid Al Ikhlas ?", tanya saya.

"Ya. Betul"

"Pak Haji tadi bawa apa ketika sholat?"

Laki-laki itu menjawab, "Bawa tas coklat dan ketinggalan. Saya lupa dimana nyimpannya."

Saya mengeluarkan tas yang tadi diketemukan di masjid. "Tas yang ini bukan pak?"

"Ya yang ini. Aduh terima kasih nak. Dalam tas ini bapak nyimpan uang dari Bank ."

Saya serahkan tas itu dan minta diri untuk pulang. Tapi saya ditahan pak Haji Hans, "Tunggu nak, ada yang ingin bapak sampaikan padamu sebagai rasa terima kasih bapak."

Pak Hans yang berwajah Indo ini lalu memanggil nama seorang wanita. Tidak lama kemudian muncul seorang wanita cantik sekali  ,berwajah indo bermata biru..berperawakan tunggi semampai dengan pakaian berhijab.  Masya Allah...

"Nak ini anak saya. Dia belum menikah. Dia janji akan menikah dengan laki-laki yang baik dan jujur seperti kamu."

Saya kaget. Dengan tergagap saya berkata, "Maaf pak, saya sudah beristri. Saya belum bilang apa-apa ke istri saya tentang rencana bapak ini."

Pak Hanu Hans tersenyum, dia bertanya, "Tenang nak, bapak nanti yang minta idzin ke istrimu. Ada no hpnya?"

Saya mengangguk lalu memberikan no hp tsb. Pak Haji Hans mencatat nomor HP saya dan langsung menelpon ke istri saya. Tubuh saya tiba-tiba gemetar saking gemetarnya sampai seperti diguncang-guncang apalagi saat telpon diberikan kepada saya katanya istri saya mau bicara, kemudian terdengar suara istri saya sambil menggoyang-menggoyang tubuh saya dengan lirih... yah... bangun yah... sahur! Puasa Syawal...!