SLIDE 1
 
 
Iklan_bmt
Iklan_globalinvestama
iklan_abyan
iklan_albahjahtravel
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_mizankomputer
iklan_muamalat
 

Habib Umar bin Hafidz Bicara Soal Sebab Pandangan Ekstrimis dalam Islam

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 04 April 2017 07:20

Apa yang menyebabkan sekelompok orang memiliki pandangan garis keras (ekstrim) dalam Islam?
Saya percaya penyebabnya karena mereka memaknai agama tanpa wawasan dan mereka memahami keputusan hukum dengan cara yang terputus dari rantai penularan, (sanad) atau dengan kata lain mereka mengambil pengetahuan dari orang/tempat yang tidak layak menyampaikan..

alt
Diriwayatkan dari Ibnu Sirin dicatat dalam Sahih Muslim: ". Pengetahuan ini adalah agama jadi berhati-hatilah dari siapa Anda mengambil agamamu" Dia juga mengatakan: "sanad adalah bagian dari agama dan seandainya bukan karena itu siapa pun bisa mengatakan apa pun yang mereka ingin katakan. "Dengan hilangnya sanad kita menemukan pemahaman yang menyimpang dari Hukum Suci dan hukum-hukumnya. Akan muncul kevakuman yang memungkinkan adanya pintu masuk dari keinginan rendah, sehingga menganggap agama dgn sudut pandang pribadi dan mengklaim telah berada di landasan yang benar. Karena itu ia mungkin melawan agama sambil berpikir dia telah melayani atau menaati perintah Allah Ta'ala.
Segelintir orang ingin membuat pemahaman mereka tentang Al Qur an dan Sunnah, sedangkan itu sebenarnya hanya pemahaman mereka sendiri. Pemahaman yang sempit ini menyebabkan mereka selalu melihat ada sisi negatif pada Muslim lain, menyebabkan perselisihan dan, jika dibawa ke ekstrem, mereka membuat hukum pembunuhan atas nama jihad.
seorang Muslim yang menginginkan untuk mencapai kedekatan dgn Allah tidak harus membuat agamanya diatas dasar permusuhan atau penyebab konflik antara dirinya dan orang lain.

Agama Allah dalam bentuk yang benar didirikan setelah melihat pada penciptaan dengan cara yang luas dan setelah menunjukkan kemurahan dan kasih sayang kepada orang-orang beriman. Siapa pun yang mengikuti jalan yang benar meningkat dalam kerendahan hati kepada Allah dan dalam menunjukkan etiket kepada-Nya karena takut kepada-Nya. Orang seperti itu merasa bahwa hatinya meningkat dalam pencahayaan dan wawasan dan ia menemukan ketenangan dalam mengingat Allah. Tanda tanda kebenaran dalam beriman kemudian menjadi jelas nyata dalam dirinya.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS Al Furqan: 63)
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS Al Furqan: 64)
Seorang mukmin harus menjauhkan diri dari kelompok garis keras manapun dan ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran yang melemahkan dalam dirinya dan penyebab sombong, mengurangi rasa takutnya kepada Allah dan mengurangi ketenangan meski telah berdzikir..
Banyak kelompok mereka mengambil konsep yang benar, tetapi mencampurinya dengan pola pikir mereka sendiri. Yang menyebabkan orang menjadi bingung.
Allah Ta'ala telah menjelaskan kepada kita bahwa ilmu yang meningkatkan rasa takut kita pada Allah adalah ilmu yang bermanfaat.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى الَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗإِنَّ الَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang orang berilmu.(ulama)
Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.
Jadi siapa saja yang mencari ilmu tapi tidak mencari pembimbing yang benar (ulama bersanad) dan belum dibangun di atas fondasi yang benar. dikhawatirkan hanya akan menjauhkan jarak dari Allah..
Allah tidak akan meninggalkan orang beriman yang tulus dalam kesulitan atau kebingungan melainkan ia menjelaskan kepadanya kebenaran. Dia harus menyaksikan bahwa orang lain mungkin memiliki unsur kebenaran.. Kelapangan hati akan mencegah hati seseorang dari mengisi dengan kemarahan dan akan membantu dia untuk hidup berdampingan dalam masyarakat dengan damai.
آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ
Wallahu`alam

   

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 03 April 2017 06:21

Hidayatullah.com—Bentrokan terjadi antara kelompok pendukung dan anti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di ibukota Belgia, Brussels.

Sejumlah orang terluka serius dalam baku hantam antara pendukung dan oponen Presiden Recep Tayip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di Brussels hari Kamis (30/3/2017).

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengutuk kerusuhan itu, yang dikaitkannya dengan referendum beberapa hari mendatang di Turki yang akan memberikan perluasan kekuasaan drastis kepada Erdogan sebagai presiden.

"Pemerintah Belgia sama sekali tidak memberikan toleransi atas luberan apapun dari referendum di Turki. Saya mengutuk kerusuhan di kedutaannya di Brussels," kata Michel lewat Twitter seperti dilansir Deutsche Welle.

Insiden itu terjadi bersamaan dengan waktu sampai 9 April bagi warga Turki di enam negara Eropa untuk memberikan suaranya dalam referendum, menyatakan YA atau TIDAK terhadap perluasan kekuasaan presidennya. Referendum di dalam negeri Turki sendiri akan digelar pada 16 April mendatang.

Bentrokan hari Kamis itu dikabarkan terjadi antara orang-orang yang menyatakan YA dan kelompok yang mengatakan TIDAK. Kantor berita Turki Dogan melaporkan 4 orang terluka sebelum akhirnya polisi setempat turun tangan memisahkan mereka. Aksi kemudian berubah menjadi perlombaan caci-maki antara kedua kelompok berseberangan itu.

Kantor berita Firat, pro-Kurdi, mengatakan tiga orang Kurdi ditikam oleh pendukung pemerintah Turki saat mereka mengunjungi tempat pemungutan suara.

   

Turki Mulai Pembangunan Masjid di Simbol Sekularisme

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 21 February 2017 07:32

Hidayatullah.com—Otoritas Turki hari Jumat telah memulai pembangunan masjid di tengah Taksim Square, proyek yang diperjuangkan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang sempat menuai perdebatan publik dan aksi demo besar-besaran.

Rencana pembangunan masjid di Taksim berlanjut, mengingat di wilayah paling sibuk di kota itu kekurangan rumah ibadah, tulis Reuters.

Taksim Square adalah jantung komersial paling ramai dan pernah menjadi titik fokus demonstrasi tahun 2013. Taksim Square, sebuah tempat yang menjadi jantung kota Istanbul.

Dulunya, tempat ini adalah pusat utama kota baru di sisi Eropa. Penduduk setempat dan wisatawan pergi ke Taksim untuk belanja dan hiburan.

Tapi itu sudah lama wilayah ini kekurangan tempat ibadah bagi kaum Muslim,  rumah bagi beberapa gereja.

“Ini adalah menyenangkan bahwa tidak ada yang harus berdoa di jalan-jalan sekarang,” kata Wali Kota Istanbul Kadir Topbas pada upacara peletakan batu fondasi masjid, menurut kantor Anadolu Agency.

Dia mencatat bahwa masjid dua menara akan berdekatan dengan Gereja Ortodoks Yunani yang bersejarah.

“Wisatawan yang melihat Menara masjid dan gereja akan melihat seberapa baik kita hidup bersama di kota ini,” tambah Kadir Topdas.

Masjid baru ini diharapkan akan selesai dalam dua tahun.

alt

Tahun 2013, Recep Tayyip Erdogan yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri sempat menghentikan proyek ini akibat adanya protes kelompok sekuler.

Pada bulan Juli 2016, Presiden Turki Tayyip Erdogan, berjanji  tak akan menghentikan pembangunan. Proyek  yang dimaksud Erdogan adalah pembangunan barak militer di era Khilafah Utsmaniyah yang akan berdiri di atas tanah yang saat ini menjadi lokasi Taman Gezi Park. Kalangan sekuler Turki –penentang rencana ini– berdalih proyek itu akan menggusur area hijau di pusat kota Istanbul yang berdekatan dengan Taksim Square.

Pembangunan kembali barak monumental di era-Ottoman yang juga satu paket dengan pembangunan masjid di Taksim.

Kala itu, delapan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat bentrok antara demonstran yang tak terkendali dengan polisi Turki akibat menentang rencana ini. Pasca peristiwa ini, otoritas Turki melarang aksi demonstrasi di Taksim Square termasuk acara-acara yang melibatkan perkumpulan massa bagi warga Istanbul.

PTUN Turki sempat membatalkan proyek monumental tersebut, namun tahun 2015 yang lalu keputusan itu ditinjau kembali setelah pemerintah lokal Istanbul mengajukan banding.

“Atas izin Tuhan, pertama kami akan membangun replika bangunan bersejarah, barak militer di Taksim, terlepas mereka suka atau tidak,” kata Erdogan di depan pendukungnya yang berkumpul di luar rumahnya, di Istanbul, usai salah satu kelompok di militer berupaya mengambil alih kekuasaan pada 15 Juli.

Erdogan mengatakan di depan massa bahwa replika barak akan menjadi museum kota.

epada pendukungnya Erdogan mengatakan barak tersebut akan menjadi museum kota. Dia juga mengatakan akan meruntuhkan Pusat Kebudayaan Ataturk. Sebagai gantinya, akan dibangun gedung opera pertama di Taksim Square dan masjid.

Taksim dan Gezi telah lama menjadi simbol sekuler Republik Turki. Keduanya dikembangkan setelah jatuhnya kekhalifahan Ottoman.

Taksim dan Gezi, merupakan ruang terbuka hijau (RTH) di kota itu, dibangun beberapa tahun usai kejatuhan Khilafah Utsmaniyah (Ottoman), yang sebelumnya  telah menjadi simbol Republik Turki yang sekuler.

Profesor Ahmet Vefik Alp, arsitek asal Turki yang juga perancang masjid mengungkapkan,   akan mengubah lahan parkir di daerah dekat Konsulat Jenderal Prancis di Taksim menjadi sebuah masjid dan pusat budaya Islam.

Desain masjid buatan Alp berpedoman pada budaya Taksim dan telah memperoleh persetujuan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Perlindungan Daerah.

Masjid ini menurut Alp akan diberi nama Taksim Cumhuriyet Camisi (Masjid Republik Taksim) dan menggunakan arsitektur kontemporer.

Tempat ibadah ini akan mampu menampung antara 300 sampai 1500 orang.

   

MUI: Media Islam Harus Mampu Mengklarifikasi Berita yang Tak Berimbang

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 03 February 2017 06:43

Dikutip dari Hidayatullah.com - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis mengatakan, media Islam harus membawa kemaslahatan bagi umat.

“Media Islam harus membawa misi Islam, meluruskan yang belum lurus, dan membawa wacana yang bermaslahat kepada umat,” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela acara Silaturahim MUI dengan Media Islam di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (02/02/2017).
spa_1203-2 

Kiai Cholil mengungkapkan, saat ini media sudah menjadi alat atau senjata perang di tengah kehidupan bangsa dan negara.

“Dan berita ini kadang-kadang tidak objektif, tapi ada kepentingan politik, ideologi, atau bisnis tertentu,” paparnya.

Karenanya, ia menghimbau, media Islam harus pada posisi memberitakan yang benar juga baik.

“Jadi tidak setiap berita yang benar itu diberitakan. Benar pun tidak boleh diberitakan ketika itu mengandung yang tidak baik,” ungkapnya.

Namun begitu, pada sisi lain, Kiai Cholil berharap, media Islam bisa menjadi senjata bagaimana mengklarifikasi terhadap berita-berita yang tidak berimbang.*

   

Ahli Hukum MUI: Permintaan Maaf 'Penista Agama' Menguatkan Penghinaan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Thursday, 02 February 2017 19:29

“Dalam rekaman sidang sangat jelas Ahok dan Penasihat Hukumnya telah melakukan kebohongan publik dan bahkan menyerang kehormatan KH Ma’ruf Amin dan termasuk Majelis Ulama Indonesia,” ujar Abdul Chair.


ilustrasiAhli Hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi sekaligus membantah permintaan maaf yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lewat video yang dikirimkan Timses Ahok-Djarot melalui sebuah situs berita hari Rabu (01/02/2017).

Dalam video tersebut Ahok mengatakan tidak ada maksud melaporkan KH Ma’ruf Amin ke kepolisian.

Dr H Abdul Chair Ramadhan, SH, selaku Ahli Hukum Dewan Pimpinan MUI, mengatakan semua substansi permintaan maaf tersebut adalah justru memperkuat penghinaan Ahok kepada umat Islam pada umumnya dan diri pribadi KH Ma’ruf Amin pada khususnya.


spa_1808-1

Menurut Abdul Chair, dalam surat terbuka bertajuk “Tanggapan dan Bantahan atas Pemintaan Maaf Ahok”, penjelasan dan permintaan maaf Ahok tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Dalam rekaman sidang sangat jelas Ahok dan Penasihat Hukumnya telah melakukan kebohongan publik dan bahkan menyerang kehormatan KH Ma’ruf Amin dan termasuk Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Kamis (02/02/2017).

 

 

Ia juga membantah perkataan Ahok dalam permohonan maafnya yang mengatakan, “…jangan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengadu domba saya dan pihak NU apalagi dihubungkan dengan Pilkada.…. digaduhkan lagi oleh kerja oknum-oknum yang mengadu domba.”

Menurut Abdul Chair, perkataan Ahok tersebut, malah mengindikasikan dirinya dengan sengaja menuduh umat Islam diluar NU sebagai pihak yang mengadu domba antar dirinya dan pihak NU.

 

Di luar NU dianggap olehnya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengadu domba, dan secara sadar kepastian dimaksudkan adalah pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya dalam Pilkada dan umat Islam di luar NU. Padahal, mayoritas pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya tidak dapat diidentikkan dengan NU, masih menurutnya.

“Masalah penodaan agama bukanlah masalah institusi kelembagaan NU dan non-NU maupun MUI, tetapi masalah umat Islam yang menuntut ditegakkannya hukum secara adil kepada pelaku penodaan agama,” lanjutnya.* Siraj el-Manadh
y

   

Turki kirim 700 truk bantuan ke Suriah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 23 January 2017 07:50

Turki telah mengirimkan lebih dari 700 truk bantuan selama dua bulan terakhir sebagai bagian dari kampanye bantuan pemerintah Turki untuk Suriah, menurut Turkiye Diyanet Foundation (TDV) pada Jumat, (20/1/2017). 

“Sejauh ini, [Sejak 16 November], sebanyak 707 truk bantuan telah dikirim ke [selatan] Hatay, Gaziantep dan provinsi Kilis [di sepanjang perbatasan Turki-Suriah] sebagai bagian dari kampanya ‘Jangan Biarkan Kemanusiaan Mati di Aleppo’ yang diselenggarakan oleh Presidensi Urusan Agama Turki dan Turkiye Diyanet Foundation,” ungkap wakil ketua Dewan Pengawas TDV, Mazhar Bilgin, kepada wartawan di Kilis, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
 

“Kami telah menerima bantuan senilai 145 juta lira Turki ($ 38 juta) berupa uang tunai dan barang,” kata Bilgin.

Dia mengatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan, yang berasal dari kontributor di dalam dan di luar negeri, pertama kali disimpan dan dihitung di tiga gudang logistik terpisah di tiga provinsi perbatasan.
Turki kirim 700 truk bantuan ke Suriah 

“Kemudian kami memutuskan bagaimana bantuan tersebut akan diangkut ke daerah-daerah dan kamp-kamp yang berada dalam tanggung jawab kami [TDV].”

Selain bantuan ini, 100.000 roti yang dipanggang setiap hari akan dikirimkan ke Suriah, lanjut Bilgin.

“60.000 roti dipanggang di toko roti di Kilis, sedangkan sisanya 40.000 dipanggang di beberapa toko roti yang disewa di Suriah.

“Kami juga memberikan makanan segar untuk 15.000 orang setiap hari hari. Setiap paket makanan terdiri dari dua varietas. Kami juga menyediakan sarapan,” katanya. - (Arrahmah.com)

(ameera/arrahmah.com)

   

Intelijen Penjajah Akui Kewalahan Hadapi “Cyber Army” Hamas

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 16 January 2017 08:54

Hidayatullah.com–Unit kontra operasi spionase oleh intelijen militer penjajah (IDF) dan Shin Bet (Badan Keamanan penjajah Israel) terhadap Hamas yang  dipublikasi pada hari Rabu lalu telah mengungkapkan bahwa kelompok pejuang Gaza kini dilengkapi dengan unit cyber yang memiliki kemampuan yang cukup hebat.
Unit maya Hamas ini telah dibantu oleh para ahli asing di lapangan, demikian lansir Jerusalem Post (12/1/2017).

ind_0106-1Media itu menulis bahwa upaya Hamas untuk mendapatkan akses ke ponsel tentara IDF melalui media sosial telah berlangsung selama berbulan-bulan, hal itu menjadi ancaman untuk keamanan informasi dan keamanan nasional yang ditimbulkan oleh internet, ponsel pintar, jaringan sosial dan semua bentuk komunikasi digital.

Jerusalem Post juga mengungkapkan bahwa pihaknya lebih terkejut lagi melihat bagaimana mudahnya pihak Hamas mendapatkan akses kepada rahasia mereka.

Untuk menghadapi unit intelijen Hamas ini, sekali waktu, satuan Keamanan Lapangan IDF meluncurkan kampanye bertajuk, “Musuh mendengarkan,” dalam rangka meningkatkan kesadaran di kalangan tentara untuk tidak berkomunikasi lisan pada jaringan komunikasi di telepon.

Di masa selanjutnya kewaspadaan pihak militer penjajah semakin meluas dengan adanya segala macam komputer serta smartphone, yang berfungsi tidak hanya sebagai perangkat komunikasi, tetapi juga sebagai kamera, perangkat rekaman dan banyak lagi. Tapi intinya tidak berubah, mudah bicara dapat menjadi jalan hidup atau mati.

Diakui, bahwa upaya Hamas untuk menembus ponsel tentara IDF dan petugas dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang unit IDF, informasi latihan, rencana operasional dan persenjataan.

Pihak penjajah melalui Unit Keamanan Informasi dan Shin Bet meski berhasil mengungkap operasi maya Hamas namun mereka mengaku, “Namun, kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu.”

Mereka sendiri mengakui bahwa mungkin kontra spionase dan pertahanan cyber Intelijen Militer IDF dan Shin Bet tidak berhasil menggagalkan semua upaya Hamas.  Dan merekapun harus memperhitungkan skenario terburuk – bahwa mereka berhasil memperoleh informasi penting dan rahasia, dan Israel tidak tahu berapa banyak.*

   

Setelah Aleppo, apa yang akan terjadi dengan kota-kota terkepung lainnya di Suriah?

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Saturday, 14 January 2017 16:21

Setiap malam, Muhammad Darwish pergi tidur dengan empat selimut. Ini merupakan harapan satu-satunya agar tetap hangat. Seperti semua orang di kota Suriah yang terkepung, Madaya, pria berusia 26 tahun tersebut memiliki beberapa pilihan lain jika ia ingin menghindari kebekuan.

Tidak ada bahan bakar untuk menghangatkan rumahnya atau memasak makanan panas.

“Cuacanya sangat dingin karena kami berada di pegunungan,” ujar Darwish, seorang mahasiswa kedokteran gigi dan satu-satunya tenaga medis yang tersisa di Madaya.

“Suhu mencapai minus 5 derajat celcius di malam hari. Kami takut mati kedinginan.”

Tahun lalu, resor pegunungan Madaya menarik perhatian dunia ketika para pekerja medis menerbitkan foto mengerikan dari penduduk Madaya yang kekurangan gizi, yang menunjukkan bayi bermata lebar tanpa memiliki persediaan susu, dan laki-laki tua yang tubuhnya hanya tersisa tulang dan kulit.

Sekarang setelah Aleppo jatuh, warga mengatakan bahwa mereka takut kota mereka yang dikepung oleh pasukan rezim Asad dan sekutunya sejak Juli 2015, akan menghadapi nasib yang sama.

“Orang-orang hidup dalam ketakutan besar, takut dibombardir, penembakan berat dan penembak jitu,” ujar Darwish mengungkapkan kepada Al Jazeera dari Madaya.



“Orang-orang tida tahu apa-apa mengenai masa depan mereka.”

Madaya adalah salah satu dari sedikitnya 39 komunitas yang dikepung di Suriah. Menurut laporan terbaru oleh Siege Watch, sebuah kelompok pemantau yang dikelola oleh institut penelitian Suriah yang berbasis di AS dan PAX, sebuah tim peneliti perdamaian yang berbasis di Belanda, lebih dari 1,3 juta orang telah terkepung di Suriah, meskipun PBB hanya mengakui sekitar 970.000 orang yang terkepung pada November lalu.

Menurut laporan itu, rezim Suriah dan sekutunya tetap bertanggung jawab atas sebagian besar pengepungan yang ada.

Dengan timur kota aleppo serta Douma di pinggiran Damaskus dan Al-Waer di Homs, Madaya adalah salah satu dari empat komunitas yang dikutip dalam laporan yang sangat membutuhkan bantuan internasional segera untk mencegah bencana kemanusiaan. Musim dingin lalu, sedikitnya 65 dari 40.000 warga di Madaya telah mati kelaparan karena persediaan makanan tidak mencukupi.

Tahun ini, persediaan makanan masih minim. “Ketika kami ingin kehangatan atau menyalakan api untuk memasak sesuatu,kami mematahkan furnitur kami dari ruang tidur atau ruang keluarga, atau apapun yang terbuat dari kayu, kami mematahkannya dan membakarnya agar kami tetap hangat dan untuk memasak,” ujar Darwish.

Pada akhir November, sebuah konvoy bantuan kemanusiaan yang masuk ke kota berisi makanan, susu dan oba-obatan, namun tidak ada bensin atau diesel. Seorang juru bicara Bulan Sabit Merah menegaskan kepada Al Jazeera bahwa konvoy bantuan tidak membawa bahan bakar apapun namun tidak memberikan penjelasan.

“Orang-orang telah membakar segala sesuatu untuk menghangatkan rumah mereka,” ujar Moussa Al-Maleh, warga Madaya yang kehilangan dua anak dalam jangka waktu satu minggu pada bulan lalu.

“Mereka melakukan segalanya untuk mencoba tetap hangat. Ketika salju datang, itu akan menjadi bencana.”

Seorang pengamat mengatakan bahwa konvoy bantuan untuk Madaya gagal membawa segala jenis bahan bakar karena pasukan rezim menentukan barang-barang yang diizinkan.

“Setahu saya, bahan bakar umumnya tidak masuk ke dalam konvoy,” ujar Valerie Szybala, dari Siege Watch.

“Jenis dan jumlah item yang diperbolehkan masuk dalam konvoy bantuan tunduk pada persetujuan oleh rezim Suriah sehingga hampir selalu ada item penting yang dikecualikan”

Orang tua membungkus anak-anak mereka dengan selimut dan selimut untuk tetap hangat dan mereka memiliki bahan untuk merajut topi, syal dan sarung tangan.
alt

“Orang-orang bergantung hanya pada tiga atau empat jenis makanan, beras, gandum bulgur, dan buncis,” ungkap Darwish.

Laporan Siege Watch mengatakan bahwa kelaparan warga sipil yang disengaja adalah pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa Keempat dan karena itu merupakan kejahatan perang.

Pemantau juga mengamati bahwa pengembangan utama adalah bagaimana pasukan Asad telah menggeser taktik pengepungan dari “menyerah atau kelaparan” menuju “menyerah atau mati”.

Tiga bulan terakhir ditandai oleh upaya intensif oleh rezim Asad untuk secara paksa menggusur warga yang terkepung, menggunakan eskalasi militer dan pemaksaan, lapor Siege Watch.

Singkatnya, warga Suriah yang terkepung dan kelaparan selama berbulan-bulan sekarang beresiko dipaksa pindah dari rumah mereka. Evakuasi masyarakat yang dikepung oleh pasukan rezim Asad berlangsung di Daraya dan Moadamiya, pedesaan Damaskus pada Agustus dan September.

Media rezim Asad melaporkan bahwa evakuasi Daraya dilakukan atas dasar “kesepakatan”.

Tapi kelompok pemantau mengatakan gerakan pasukan rezim melakukan kejahatan perang dengan cara memaksa warga untuk keluar dari rumah mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

   

GNPF-MUI: ‘Koperasi Syariah 212’ Dari Umat untuk Umat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 09 January 2017 09:13

Hidayatullah.com– Dewan Ekonomi Syariah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) menjelaskan latar belakang pendirian ‘Koperasi Syariah 212’  diharapkan bisa merealisasikan ekonomi yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.


Namun sangat disayangkan, potensi ini belum seimbang dengan penguasaan aset nasional dan aset bangsa. Daya beli dan jumlah umat Islam yang sangat besar saat ini hanya dimanfaatkan sebagai pasar oleh negara lain.
Ekonom syariah ini mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar. Negara Muslim terbesar di dunia dengan proporsi umat Islam di atas 87 persen.

launching-koperasi-syariah-212-2a-32zzsii8rh6h2v1hqo270g

“Agar sumber daya dan potensi-potensi yang tercecer ini bisa dirajut menjadi kekuatan yang rahmatan lil alamin,” kata Dr Syafi’I Antonio Jum’at (06/01/2017) saat  konferensi pers terkait pendirian Koperasi Serba Usaha Syariah 212  di Masjid Andalusia, Kampus STEI Tazkia, Sentul City, Bogor.

Sementara itu, Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir  menjelaskan kronologi berdirinya koperasi ini. Menurutnya, hadirnya koperasi ini berawal dari aspirasi umat Islam yang merasakan energi persatuan dan semangat kebangkitan dalam Aksi Damai 02 Desember 2016 atau ‘Aksi 212’.

Bachtiar Nasir menekankan visi dan semangat yang diusung dalam koperasi ini adalah Pasal 33 UUD 45.

“Sesuai dengan misi GNPF-MUI untuk menegakkan hukum, yang dalam hal ini adalah hukum ekonomi. Yang akan kita bangkitkan adalah semangat Pasal 33 UUD 45, ini yang menjadi acuan kami,” ungkapnya.

Koperasi ini diharapkan bisa mewujudkan tiga hal. Kemakmuran yang berkeadilan, proporsional, dan tidak terjadi ketimpangan.

Sementara itu,  Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin mengatakan,  GNPF-MUI tidak memiliki kepentingan apa-apa dari gerakan ini. GNPF-MUI hanya merasa bertanggung jawab secara moral, bahwa potensi besar umat dari ‘Aksi 212’ perlu disatukan dan difasilitasi agar bisa maksimal.

Setelah terbentuk Koperasi ini maka tanggung jawab GNPF-MUI dianggap selesai.

Oleh karena itu tidak satupun pimpinan GNPF-MUI yang masuk dalam struktur pengurus koperasi ini.

“Sampai di sini tugas pimpinan GNPF-MUI hampir selesai, mengantarkan umat kepada terbentuknya suatu lembaga keuangan atau lembaga ekonomi syari’ah yang diharapkan bisa jadi pemandu demi ekonomi umat yang lebih baik kedepan,”  tegas Wasekjen MUI ini.

“Ii dari umat, oleh umat untuk umat,” tegas Zaitun.*/ibw

   

Page 1 of 4