SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Erdogan: Turki dan Rusia membuat kemajuan pada perdamaian Suriah - See more at: https://www.arrahmah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 06 January 2017 07:45

ANKARA  Upaya penetapan gencatan senjata oleh Turki dan Rusia, dan solusi politik di Suriah telah menyebabkan beberapa perkembangan yang menjanjikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Rabu (5/1/2017).

Ini adalah keinginan terbesar saaya bahwa proses ini akan selesai dengan sukses dan penderitaan saudara-saudara Suriah kami akan segera berakhir, Erdogan mengatakan di komplek presiden di Ankara.
tra_0106 

Gencatan senjata di Suriah mulai berlaku akhir pekan lalu, setelah kesepakatan tersebut ditengahi oleh Turki, Rusia, dan rezim Suriah.

Di bawah gencatan senjata, pihak yang bertikai berjanji akan menghentikan serangan bersenjata, dari darat atau udara, dan tidak akan memperluas wilayah terhadap satu sama lain.

Erdogan mengatakan bahwa operasi yang tengah berlangsung untuk merebut kendali kota Al-Bab di Suriah utara dari tangan ISIS sedang dikerjakan ulang, namun ia tidak memberikan rincian.

erdogan8

Kami bertekad untuk membersihan daerah lain di mana organisasi teroris telah menetap, terutama Manbij, di Suriah utara, tambahnya.

Dalam sambutannya tersebut, Erdogan dengan tegas membantah tuduhan Turki mendukung ISIS.

Menuduh negara, yang telah melakukan perjuangan yang paling efektif terhadap Daesh (ISIS), membantu Daesh adalah jenis retorika yang digunakan oleh orang-orang yang menyerang Turki melalui organisasi teroris, katanya, sebagaimana dilansir AA. (fath/arrahmah.com)

(Arrahmah.com)

   

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Sunday, 01 January 2017 21:18

Abu al-Husain bin Muhammad Zubayr, biasa dikenal Ibnu Zubayr. Ia adalah orang Inggris, menjabat sebagai sekertaris pelayanan Gubernur Granada dan terkenal dengan bakat sastranya. Selama pengabdian kerjanya,  ia sempat terhanyut  dalam kebiasaan meminum khamr. Untungnya,  Zubair segera infsar dan menyesal telah melanggar hukum Islam. 
spa_1203-2


Melihat perilakunya, sang pelindug, yakni Gubernur Granada, tergerak hatinya melihat keadaan atas  Ibnu Zubayr.  Ia pun segera memberi izin untuk pergi haji ketika Zubaiar mengatakan ingin pergi berziarah ke Makkah. Sang Gubernr pun membekalinya dengan memberikan uang saku kepadanya.

Setelah berangkat menuju Makkah, di dalamperjalanan haji Zubair mengalami kejadian dramatis.  Saat itu, yakni tahun 1183 H, dia mengawai perjalanan dengan pergi ke Maroko. Zubair menumpang sebuah kapal asal Genoa yang membawanya ke Alexandria di Mesir. 

Mungkin Zubair sengaja memilih kapal asal Genoa karena selama periode perang salib pada saat itu kota-kota Italia didominasi oleh perdagangan Mediterania. Tak hanya itu kapal mereka itu relatif aman dari serangan bajak laut. 


Maka Zubair pun menggunakan kapal Eropa yang dibuat oleh muslim dari kawasan mediterania barat yang telah ke depannya terus beroperasi selama berabad-abad.. Pada abad ke-17 misalnya, kapal-kapal asal Genoa ini sering menjelajahi wiayah Alzazair, Tunisia, dan Tripoli. Para penjelajah selalu menggunakan kapal dari Inggris atau Perancis ke Alexandria, dan kemudian bergabung dengan penziarah haji dari Kairo.

Ketika Ibnu Zubayr tiba di Mesir, negara itu di bawah pemerintahan Sultan Salahudin (Saleh al-Din Ayyubi). Kemudian, atas izin Sultan Aydhad berangkat ke pelabuhan Mesir menggunakan kapal Eropa yang dibuat oleh Muslim dari mediterania  yang pada saat itu masih merupakan pusat perdagangan dunial.

Selama perjalanan  Ibnu Zubayr sempat membuat catatan terhadap penduduknya yang sebagian besar negatif.  Ketika sampai di pelabuhan Pearl dia menulis begini: memang rakyat di sini lebih terlihat kejam karena mereka kebanyakan laki-laki. Berbagai  kesan-kesan buruk tentang perjalanan haji selelau mereka ceritakan. Ini misalnya, soal adanya kapal yang terakhir digunakan untuk menyeberangi laut merah yang selalu kelebihan beban, sehingga penumpang yang seperti ayam dalam keranjang. 

Dengan seperti itu, Zubair pun menyimpulkan, itu masuk akal katena pemilik kapal berusaha untuk memaksimalkan pendapatan mereka, tanpa memperhatikan keselamatan penumpang, Menurutnya: banyak yang bilang bahwa pemilik hanya menyediakan kapal,tapi tanggung jawab keselamatan dan keamanan ditanggung oleh penumpang sendiri.

Zubair pun kemudian memperingatkan kepada semua jamaah haji agar memilih  menggunakan rute dengan jalan memutar yang panjang sebagai alternatif. Penziarah datang dari wilayah Mediteranian Barat disarankan oleh Ibnu Zubayr untuk melakukan perjalanan ke Baghdad melalui Suriah, dan melanjutkan perjalanannya dengan rombongan khalifah yang datang dari Bagdad. 

Hal itu karena bila melalui jalur tersebut maka perjalanan menjadi terlalu lama. Namun ini pun sebenarnya masih lebih mudah bila dibandingkan melalui jalur laut yang selalu dipenuhi para perompak sebelum akhirnya dapat lolos atau bertemu dengan kota pelabuhan Aydhab. 

Ibnu Zubayr juga menyebutkan rute ziarah di dekat pantai yang dipimpin dari Mesir ke Sinai dan menuju Madinah yang disebut Aqaba. Rute ini banyak diikuti oleh jamaah haji dari Mesir hingga abad ke-17 M. Ibnu Zubayr mengatakan rute yang dilewati ini melalui sebuah kastil Crisader Frank yang terletak di sekitar situ.

Selama dalam perjalanan menuju Makkah, Ibnu Zubayr pun melakukan pelayaran pendek dari seberang laut merah yang menurutnya sangat merepotkan. Selain itu pada perjalanannya, dia juga sempat melalui jalur peziarah yang menuju Baghdad. Meksi begitu, Zubair pun mengaku bila pilihan melewati Baghdad itu dipengaruhi oleh motivasi pertimbangan keamanan untuk menghindari ancaman badai besar. 

Pilihan rute ini pun cukup efektif karena dapat memperpendek waktu perjalanan hingga  delapan hari dari lama perjalanan yang lazim di tempuh pada rute Aydhab dan Jeddah sebagai kota pelabuhan terdekat dari Makkah.

Soal tabiat penduduk kawasan Hizaz, Ibnu Zubayr pun mengeluh karena mereka kerapkali bertidak kejam mengekspoitasi para peziarah haji. Banyak warga Hizaz yang menggunakan segala macam strategi  untuk mengambil bekal dan uang para peziarah. Zubair pun mencatat bila punya  pengalaman buruk terkait dengan perilaku Amir Makkah.

Saat itu, penguasa tanah Hijaz, yakni Sultan Salahuddin,  sudah berusaha untuk mengurangi kesulitan para peziarah dengan menetapkan banyak Amir (pemimpin perjalanan) sebagai petugas dengan memberikan imbalan yang diambil dari sebagian uang dan bekal para ziarah. Namun, para Amir itu selalu lupa akan tugasnya dan terus menuntut para peziarah memberikan imbalan di luar ketentuan.

Dengan demikian, Zubiar pun kemudian melihat betapa para peziarah kerapkali dipakai sebagai sarana eksplotasi pendapatan yang sah para Amir. Meski begitu, Zubair kemudian melihat bila pengawasan Sultan Salahuddin terlambat tiba, maka para peziarah aya dari Andalusia terlihat mampu menjadi pengawas pengganti yang baik untuk para pemimpin atau Amir perjalanan haji.

Ibnu Zubayr pun sempat punya pengalaman buruk ketika dia bersama dengan temannya ijadikan sebagai pelayanya yang disandera untuk menjamin pasokan  gandum Mesir dan keuangan. Pengalaman kelam ini disebab Ibnu Zubayr saat itu pernah berkomentar kasar tentang kepercayaan orang Hijaz yang dianggap bayak melakukan pembidahan. 

Melihat keruwetan itu, Zubari pun berharap bahwa tanah Hijaz mungkin lebih tepat diurus atau ditaklukan oleh dinasti Spanyol Muwahiddun/Almohads. Sebab, banyak praktik penduduk Hijaz yang malah menjadi ladang dosa serta berbagai praktik ajaran Islam yang sesat. 

Meski begitu, Zubair pun mengaku masih mengekspresikan kemarahannya secara moderat. Katanya, tentu saja Amir Makkah kerap bertidak tidak adil, sebagai penguasa itu yang sudah banyak mendapatkan nasihat dari  Sultan Salahuddin. Namun demikian bagaimanapun dia tetap keturunan Nabi Muhammad yang tetap harus dihormatinya. 

   

Erdogan klaim miliki bukti koalisi pimpinan AS berikan dukungan kepada ISIS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Thursday, 29 December 2016 06:31

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia menemukan bukti bahwa pasukan koalisi pimpinan AS telah membantu mendukung teroris di Suriah, termasuk ISIS.

Berbicara pada Selasa (27/12/2016) di ibu kota Turki, Ankara, ia mengatakan ia percaya bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada berbagai kelompok militan termasuk ISIS, YPG, dan PYD.

Mereka menuduh kami mendukung Daesh (ISIS), katanya dalam konferensi pers, menurut Reuters.

mor_2619x

Sekarang mereka memberikan dukungan kepada kelompok teroris termasuk Daesh, YPG, PYD. Ini sangat jelas. Kami telah mengkonfirmasi bukti, dengan gambar, foto, dan video.


Erdogan juga mengatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar harus bergabung dengan pertemuan Rusia dan Iran untuk membahas upaya perdamaian Suriah.

Rusia, Turki, dan Iran, sepakat untuk mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Kazakhstan bulan depan.

Associated Press mengatakan Erdogan mengatakan pertemuan para menteri luar negeri harus mencakup Arab Saudi dan Qatar, mengatkan mereka telah menunjukkan niat baik dan memberikan dukungan untuk Suriah.

Turki, Arab Saudi, dan Qatar adalah pendukung utama kelompok oposisi yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar Asad yang erat bersekutu dengan Rusia dan Iran.

Departemen Luar Negeri AS telah menolak tuduhan Erdogan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengklaim bahwa tuduhan itu tidak berdasar. (fath/arrahmah.com)

Dikutip dari arrahmah.com 
   

Pimpinan GNPF-MUI serahkan bantuan kepada korban gempa Aceh

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Wednesday, 28 December 2016 08:16

ACEH (Arrahmah.com) Para ulama mengunjungi Serambi Mekkah yang belum lama dilanda gempa, Selasa (27/12/2016). Hadir dalam rombongan ini beberapa perwakilan GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) dan beberapa ormas atau lembaga lainnya seperti FPI, Wahdah Islamiyah, dan FUIB Sulsel (Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan).

Di antaranya Habib Rizieq Syihab (Pembina GNPF MUI dan Imam Besar FPI), Habib Muhsin Alatas (Ketua Umum FPI), Ust. Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua GNPF MUI, Ketua Umum Wahdah Islamiyah), dan lainnya. Nuansa persatuan dan persaudaraan yang dicontohkan para ulama ini diharapkan bisa menjadi penguat tersendiri bagi warga Aceh yang sedang mengalami musibah. Dalam kesempatan ini Habib Rizieq Syihab menyerahkan dana bantuan sebesar 2 milyar rupiah dari FPI se-Indonesia. FUIB Sulawesi Selatan juga menyampaikan bantuan yang diserahkan oleh Habib Muhsin Al-Habsyi Ketua FPI Sulsel sebesar Rp. 151.150.000, seperti dilaporkan Jayadi Hasan kepada redaksi.
00_PICINTRO (3)

Bukan hanya dari ormas Islam atau lembaga saja yang menyalurkan bantuan pada kesempatan ini. Ibu Ermi, salah satu jamaah pengajian Majelis Zikir Az Zikra juga menyerahkan bantuan sebesar 100 juta rupiah dan 1.000 paket bingkisan berisi perlengkapan sholat. Ust. Zaitun Rasmin yang merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah dan juga Wasekjen MUI Pusat turut menyampaikan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah. Bantuan dana dari Wahdah ini secara khusus ditujukan untuk pembangunan Masjid Baitul Fuqara dan program renovasi rumah di Desa Paru Keude, Kec. Bandar Baru, Pidie Jaya. Wahdah Islamiyah sebagai ormas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, memiliki perhatian besar terhadap segala bentuk persoalan keumatan dan kegiatan sosial.
gnpf-ke-aceh

Bantuan yang disalurkan ini adalah dana yang selama ini dihimpun oleh Lazis Wahdah Islamiyah dari pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa turut meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh. - See more at: https://www.arrahmah.com/news/2016/12/27/pimpinan-gnpf-mui-serahkan-bantuan-kepada-korban-gempa-aceh.html#sthash.OwTT1tD9.dpuf

   

Kemendagri: Komandan Senior Taliban Terbunuh di Afghanistan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 27 December 2016 09:55

 

Hidayatullah.comSeorang komandan senior kelompok Taliban bernama Mullah Firoz Jahadi telah terbunuh dalam operasi anti-teror, menurut Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
bgn5-01


Jahadi, dan lima orang anggota Taliban lainnya, terbunuh dalam operasi anti-teror yang dilakukan oleh kepolisian di Provinsi Ghazni, bagian tengah Afghanistan, kata kementerian dalam pernyataannya.


Seorang komandan tinggi Taliban bernama Mullah Firoz Jahadi bersama lima Taliban bersenjata lainnya terbunuh di distrik Aad Band di Provinsi Ghazni dalam penyerbuan oleh Kepolisian Nasional Afghanistan, lansir Euronews Senin (26/12/2016).

Menurut kementerian, Jahadi memimpin upaya Taliban untuk merebut kendali atas Kunduz.

Kota strategis penting itu dianggap sebagai gerbang masuk ke wilayah utara Afghanistan yang didihubungkan dengan jalan darat ke Kabul di selatan, Mazar-e-Sharif di barat dan Tajikistan di sebelah utara.

taliban-afghanistan-2zrsbw13trp55d21mufldsKunduz juga memiliki arti simbolik penting bagi Taliban, sebab kota itu adalah pertahanan utamanya di wilayah utara sampai tahun 2001, ketika pasukannya dipukul keluar dari kawasan tersebut oleh pasukan Aliansi Utara setelah invasi pimpinan Amerika Serikat dimulai menyusul peristiwa 9/11.*

   

Presiden Erdogan Bertemu dan Peluk Netizen Cilik Asal Aleppo

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Saturday, 24 December 2016 06:44

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang mencuri perhatian dunia dengan kicauannya di Twitter tentang situasi Aleppo, Bana Alabed, bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

"Terima kasih untuk dukungan terhadap anak-anak di Aleppo dan membantu kami keluar dari perang. I love you," ujar Bana kepada Erdogan dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Turki.

spa_1203-2


Bana yang memiliki pengikut hampir 360.000 orang itu terus mengirimkan laporan meski tengah terkurung di Aleppo timur, di mana dalam penulisannya ia dibantu oleh ibunya, Fatemah, seorang guru Bahasa Inggris.

Setelah bertemu dengan Bana, Presiden Turki pun mencuit, "Saya sangat senang menjadi tuan rumah @AlabedBana dan keluarganya di Kompleks Kepresidenan hari ini. Turki selalu bersama dengan rakyat Suriah."

Menurut laporan Anadolu yang mengutip Direktorat Jenderal Informasi dan Pers pada Rabu 21 Desember 2016, terdapat 172 warga Aleppo, termasuk 68 anak-anak, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit Turki.


Presiden Erdogan bersama istri dan keluarga Bana Alabed (Reuters)
Korban luka, terutama mereka yang berada dalam kondisi kritis, telah dibawa ke rumah sakit di Provinsi Hatay. Sementara itu evakuasi yag sedang berlangsung di Alepppo timur sempat mengalami penundaan.

Ibu Bana Alabed, Fatemah, berbicara tentang kesedihannya saat meninggalkan Aleppo, menyusul dilakukannya evakuasi.

029974100_1482378408-erdogan



"Ketika kami meninggalkan tempat itu, kami mengalami banyak penderitaan karena kami tinggal selama 24 jam di bus tanpa air, makanan, atau apa pun...seperti tahanan," ujar Fatemah kepada Qaioun News.

"Namun kami tiba di sini dan berterima kasih kepada Tuhan dan teman-teman kami yang telah mendukung kami."

Tiga bulan lalu, Fatemah memutuskan dirinya ingin agar dunia mendengar suara dan wajah anak-anak, berharap ia bisa menggalang dukungan global bagi orang-orang di Aleppo.
   

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 13 December 2016 07:17

Kisah Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen), Sang Penantang Al Quran : Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Quran !

Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.
 al-quran-langkahislam.wordpress.com-as

Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Quran yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.

Miller mengatakan, Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.

Dikatakannya pula, Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.

Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.

Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.

Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan, : Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.

Miller juga mengatakan, Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup

Miller berkata, Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori Big Bang yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.

Miller melanjutkan, Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?

Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul Al-Quran Yang Menakjubkan, Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil, dan Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira.

Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.

Al-Quran juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.

Menurut Miller, Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

Dikatakannya pula, Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.

Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal; Ahmad Deedat. Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.

Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk dawah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.

Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:

*Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa taala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.*

*Renungkanlah, dan jangan biarkan prasangka mencegah Anda menemukan jalan untuk mendapatkan hidayahNYA.

   

Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Sangat Positif

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 12 December 2016 06:57

Dikutip 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai gerakan shalat subuh berjamaah merupakan gerakan yang sangat positif. Pasalnya banyak hadits yang menguatkan bahwa shalat subuh berjamaah itu mengandung banyak keutamaan.
sky-clouds-trees-moon"Antara lain akan mendapatkan keberkahan dalam hidup di dunia dan akhirat," ujar Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Saadi kepada Republika.co.id, Ahad (11/12).

Dia menyebut pahala shalat subuh berjamaah itu seperti seseorang yang melakukan shalat malam sepanjang waktu. "Akan mendapatkan cahaya di akhirat kelak, selalu dalam penjagaan Allah SWT, dijauhkan dari sifat kemunafikan dan lain sebagainya," kata Zainut.

Seperti diberitakan sebelumnya, diperkirakan puluhan ribu masyarakat siap ikut aksi 1212 di kawasan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/12). Aksi 1212 di Gasibu tersebut digagas Pondok Pesantren Daarut Tauhid dalam rangka merayakan ulang tahun ke-26. Kegiatan ini diawali Shalat Subuh berjamaah di Masjid Pusdai. Kemudian dilanjutkan jalan sehat dan rangkaian kegiatan lainnya.

Gerakan Shalat Subuh berjamaah ini dilakukan sesuai dengan program dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Gerakan Shalat Subuh Berjamaah akan dipusatkan di Masjid Pusdai.

Rencananya sejumlah tokoh Islam dan tokoh nasional hadir. Selain KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), juga akan hadir, Habib Rizieq, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Yusuf Mansur dan ulama lainnya. 

   

Hujan yang Mengagumkan pada Aksi Super Damai 212

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Wednesday, 07 December 2016 09:34

APA yang akan kita lakukan saat berada di ruang terbuka dan hujan seketika mengguyur? Langkah kaki seribu mungkin menjadi pilihan utama, mencari tempat teduh agar diri tidak basah kuyup.


Tetapi, subhanallah, sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh sedikitnya dua juta umat Islam yang tergabung dalam Aksi Super Damai 212.

Mereka memenuhi lapangan Monas, Bundaran HI, dan kawasan sekitarnya di Jakarta Pusat itu. Lensa beragam kamera bisa jadi tak mampu menjangkau keseluruhan penyebaran massa itu dalam sekali jepret.

Pada Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) itu, posisi saya berada tepat di sisi barat Tugu Monas. Saya menyaksikan secara langsung bagamana air hujan yang mengguyur deras dari sisi selatan ke utara Monas disambut dengan pekikan takbir oleh massa yang menggetarkan jiwa.

Allahu Akbar! seru jamaah yang berada di sisi utara Tugu Monas, yang kemudian secara terus-menerus disusul oleh jamaah lainnya sampai ke sisi selatan Tugu Monas.

Dan, kejadian ini berulang lebih dari tiga kali dengan kesan yang benar-benar istimewa.

Sementara itu, sayup-sayup terdengar suara dari panggung utama yang mengingatkan seluruh peserta Aksi Super Damai bahwa hujan ini adalah berkah dari-Nya. Seruan itu pun semakin menggugah gairah peserta, sehingga berulang kali sambutan berupa pekikan takbir kembali membahana.

Dan, subhanallah, air hujan itu benar-benar luar biasa. Bak tanaman yang lama kekeringan, hujan itu justru membuat jutaan kaum Muslimin kian mantap dalam melaksanakan ibadah shalat Jumat. Mereka bergeming di atas sajadah masing-masing, berdoa, berdzikir dengan suasana yang tentu begitu istimewa.

Shalat Jumat Terindah

Sahabat saya merasakan hal yang benar-benar luar biasa. Ini kenikmatan ukhuwah, Mas, ucapnya kepadaku. Seumur hidup, inilah shalat Jumat terindah dalam hidupku, timpal sahabatku yang lainnya.

Ia bahkan merasa, entah kenapa, setiap kali mengangkat tangan berdoa, terutama kala duduk di antara dua khutbah, saat dimana lantunan doa dijamin ijabah oleh Allah, dadanya langsung seperti terangkat.

Kerongkongannya pun ia akui terasa seakan menyempit dan lantunan suara doanya bergetar. Sehingga air mata terus membulir, jatuh bersama sejuknya air hujan.

Para polisi mengikuti rangkaian ibadah pada Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta. [Foto: Rifa'i Fadhly]

Para polisi mengikuti rangkaian ibadah pada Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta. [Foto: Rifai Fadhly]

Subhanallah, Aksi Super Damai 212 benar-benar menghadirkan kesan yang begitu mendalam. Sedangkan hujan semakin menyempurnakan proses pendakian dalam menggapai pertolongan-Nya.

Seperti tanaman, selepas hujan, fisik dan mental para jamaah justru semakin bergairah. Lihatlah bagaimana kemudian saat aksi rampung, sebagian peserta aksi begitu bersemangat menjalankan tugas sesuai amanah.

Pasukan Gerakan Pungut Sampah begitu antusias menjalankan tugasnya di tengah-tengah laju peserta aksi meninggalkan lokasi.

Pihak aparat keamanan, dari Polri dan TNI juga tampak santun, melempar senyum dan dengan ramah meladeni setiap ada peserta aksi yang meminta untuk foto bersama.

Aman ya, Pak! Aksi Super Damai memang ya pak, sehingga tugas bapak-bapak menjadi sangat ringan, ungkap Ihsan Gumelar, pakar neuropsikologi, yang juga hadir dalam aksi tersebut kepada barisan pasukan dari Kostrad yang berjaga di salah satu pintu masuk Monas.

Sumpah Allah

Berkah hujan hari Jumat dalam Aksi Bela Islam III mengingatkan saya akan sumpah Allah Subhanallahu Watala atas nama langit;

???????????????????????????

Demi langit yang mengandung hujan. (QS. Ath-Thaariq [86]: 11).

Qatadah mengatakan, seperti dinukil Ibn Katsir dalam tafsirnya, Rezeki hamba-hamba Allah ini turun setiap tahun. Seandainya tidak demikian, niscaya mereka dan juga ternak mereka akan binasa.

Sementara itu, di dalam sejarah yang diabadikan al-Quran, hujan juga menjadi pilihan Allah menolong kaum Muslimin memenangkan perang.

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu). (QS. Al-Anfaal [8]: 11).

Allahu Akbar! Aksi ini tidak saja damai tetapi juga sukses menjadikan umat Islam semakin sadar akan kebenaran al-Quran dan terdorong untuk komitmen menjalankannya.

Terlebih, sebelum meninggalkan panggung utama, Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) bertanya kepada Dewan Pembina, Habib Rizieq Shihab.

Bib, setelah ini apa yang akan kita lakukan, Bib?

Spontan Habib Rizieq pun menjawab, Laksanakan isi kandungan al-Quran, Surat Al-Maidah ayat 51. Yang kemudian dipertegas tidak ada lagi umat Islam yang memilih pemimpin kafir.

Mari amalkan Surat Al-Maidah 51, ungkapnya di atas panggung utama yang disambut pekikan takbir hadirin. Allahu Akbar!* Hidayatullah.com


 

 

 

   

Page 3 of 5